HOME

RESMI DILANTIK, GP ANSOR TANGKIL KULON MASA KHIDMAT 2021 - 2023.

Tangkil Kulon, 08 Januari 2022.

Pengurus Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda (PR GP) Ansor Desa Tangkil Kulon masa khidmat 2021-2023 resmi dilantik oleh Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kab. Pekalongan di Masjid Darul Masyhur, Jum'at (07/01/22).

Hadir dalam acara tersebut Pengurus Ranting GP Ansor Se-kecamatan Kedungwuni, serta Pengurus badan otonomnya (Muslimat, Fatayat, IPNU dan IPPNU). 

Akhmad Khusaini, Ketua PR GP Ansor Desa Tangkil Kulon, dalam sambutannya pasca dilantik berpesan untuk pengurus baru ini bisa bekerja sebaik mungkin selama dua tahun kedepan. Beliau juga memberikan Kata-Kata Penyemangat, Yakni “Kita harus bisa menjadi kader yang SIAP MEMIMPIN dan DIPIMPIN,” kata A. Khusaini.

"RASULULLAH SAW TIDAK MELUPAKAN SIAPA YANG MERINDUKANNYA"


بسم الله الرحمن الرحيم 
السلام عليكم ورحمةالله وبركته
صلى لله على سيدنا محمد
RASULULLAH SAW TIDAK MELUPAKAN SIAPA YANG MERINDUKANNYA

Diriwayatkan dalam sebuah riwayat yang tsiqah bahwa ketika salah seorang sholeh bermimpi bertemu Rasulullah ﷺ dimana dia adalah orang yang selalu rindu kepada Rasulullah , yang tidak pernah tidur kecuali setelah air matanya mengalir karena ingin berjumpa dengan Rasulullah, maka dia pun sering melihat Rasulullah di dalam mimpinya

Lalu di dalam mimpi itu ketika di padang mahsyar ia melihat kumpulan manusia yang memenuhi padang mahsyar, mereka saling tindih satu sama lain, yang masing-masing ada yang berubah wajahnya, ada yang berbau busuk dan lain sebagainya, kesemuanya dalam keadaan yang sangat bingung

Ketika itu tiba-tiba barisan para malaikat melintas dan lewatlah rombongan Baginda Besar Nabi Muhammad  bersama para Nabi, syuhada’, para awliyaa’ dan sholihin

Maka orang sholeh tadi hanya bisa melihat dari kejauhan dan tidak bisa mendekat kepada Rasulullah

Karena desakan para malaikat yang membatasi orang-orang yang mendekat, ketika barisan para malaikat itu melintas maka lewatlah Nabi Besar Muhammad , dan orang sholeh itu tidak bisa mendekat apalagi berbicara kepada Rasulullah

Maka di dalam mimpi itu dia berkata kepada orang yang berada di sebelahnya : “Jika kelak kamu bertemu dengan Rasulullah maka sampaikan salamku bahwa aku rindu kepadanya, dulu di masa hidupku di dunia aku selalu merindukan Rasulullah , jika aku masuk neraka sampaikan kepadanya bahwa aku telah berada di tempat yang layak untukku sebagai pendosa (yaitu neraka).”

Maka setelah ia berkata demikian, barisan yang melintas tadi tiba-tiba berhenti karena Rasulullah  berhenti

Kemudian Beliau ﷺ berbalik dan berkata :
“Wahai Fulan, aku tidak melupakan orang yang merindukanku.”

Lalu Beliau ﷺ membuka kedua tangannya, kemudian orang itu berlari dan memeluk sang Nabi Muhammad  dan menciuminya.

Semoga kita diberikan anugerah oleh ALLAH untuk bermimpi bertemu dengan Rasulullah ﷺ dan berkumpul bersama Beliau di SyurgaNya kelak.
امين يا رب العالمين 🤲🤲

Repost : (Chat) Kiai Abdurrahman Munir - Via WhatsApp Group "Majelis Anwarut Taufiq" Tangkil Tengah, Pekalongan.

"KEUTAMAAN BERANGKAT SHOLAT JUMAT LEBIH AWAL"

Salah satu adab menunaikan shalat Jumat adalah berangkat ke masjid lebih awal. Keutamaan bagi yang melakukannya besar sekali, sebagaimana yang disampaikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Antara lain yang diungkap dalam hadits berikut ini:   

مَنْ رَاحَ إِلَى الْجُمُعَةِ فِي السَّاعَةِ الْأُوْلَى فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدْنَةً وَمَنَ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كِبَشًا أَقْرَنَ وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا أَهْدَى دَجَاجَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا أَهْدَى بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامَ طُوِيَتِ الصُّحُفُ وَرُفِعَتِ الْأَقْلَامُ وَاجْتَمَعَتِ الْمَلَائِكَةُ عِنْدَ الْمِنْبَرِ يَسْتَمِعُوْنَ الذِّكْرَ فَمَنْ جَاءَ بَعْدَ ذَلِكَ فَإِنَّمَا جَاءَ لِحَقِّ الصَّلَاةِ لَيْسَ لَهُ مِنَ الْفَضْلِ شَيْءٌ  

 “Siapa saja yang berangkat shalat Jumat pada jam pertama, seakan-akan berkurban dengan seekor unta. Siapa saja yang berangkat pada jam kedua, seakan-akan berkurban dengan seekor sapi. Siapa saja yang berangkat pada jam ketiga, seakan-akan berkurban dengan kambing bertanduk. Siapa saja yang berangkat pada jam keempat, seakan-akan menghadiahkan seekor ayam jantan. Siapa saja yang berangkat pada jam kelima, maka seakan-akan menghadiahkan sebutir telur. Setelah imam keluar, maka catatan amal sudah ditutup, qalam pencatat sudah dianggat, dan para malaikat berkumpul di minbar untuk mendengarklan zikir. Siapa saja yang datang setelah itu, maka ia datang hanya untuk memenuhi hak shalat dan tidak mendapatkan keutamaan apa-apa, (HR. al-Bukhari dan Muslim).